Khazzanah Tour Travel Umrah Dan Hajj Plus Jakarta, ID: Arti Shalat Dalam Keadaan Darurat

PT Galih Tunggal Perkasa
Khazzanah Tours
Head Office : Jl Terusan I Gusti Ngurai Rai No. 6
Pondok Kopi Duren Sawit Jak - Tim. 13460
Khazzanah Tours

Arti Shalat Dalam Keadaan Darurat


Arti Shalat Dalam Keadaan Darurat Dan Haditsnya


Shalat Dalam Keadaan Darurat—Islam merupakan agama yang mudah dan sangat mengerti mengenai keadaan umatnya. Bahkan dalam hal beribadah pun, Islam telah memaklumi mengenai keadaan semua umatnya. Sungguh beruntung yang telah memiliki agama Islam sejak lahir. Oleh karenya, bersyukurlah bagi Anda yang telah mendapatkan keberuntungan tersebut. Karena hanya dengan rasa syukur, semua perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan berat dilaksanakan dan juga tidak akan pernah ditinggalkan. Ibadah yang mudah dilakukan dan diberikan kemudahan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala diantaranya adalah shalat, berpuasa, menunaikan ibadah haji dan lain sebagainya. Bia tak mampu menunaikan ibadah haji bagi seorang umat muslim atau muslimah, meski sudah melakukan usaha yang maksimal, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memaklumi. Karena ibadah tersebut dilakukan bagi yang mampu saja dalam mengadakan perjalanan ke Baitullah untuk menunaikan ibadah haji. Bila tak mampu berpuasa di bulan Ramadhan dikarenakan sakit, bisa menggantinya dengan puasa di hari yang lain atau bisa dengan membayar fidyah yang diberikan kepada orang yang membutuhkan. Bila shalat yang tidak bisa di qada maka bisa dilakukan dengan cara lain yang bisa sebagai alternatif agar umat muslim atau muslimah yang memiliki masalah tertentu, tetap bisa melaksanakan ibadah shalat tepat waktu. Ikuti Umroh Ramadhan yang banyak kesempatan untuk meraih banyak pahalanya di bulan Ramadhan!

Membicarakan mengenai shalat, pernyataan diatas termasuk ke dalam arti dari Shalat Dalam Keadaan Darurat. Mengapa? Ya, seperti yang telah dijelaskan bahwa menunaikan ibadah shalat terutama untuk shalat fardhu yang harus dilakukan setiap harinya, tidak bisa dilakukan apabila diganti atau diqada. Maka, dalam Islam telah dianjurkan untuk tetap menunaikan ibadah shalat meski sedang mangalami sakit hingga tidak bisa berdiri, duduk atau hingga tidak bisa menggerakan anggota badan dengan cara duduk, tiduran atau menggerakkan mata. Bahkan bila Anda dalam perjalanan kemudian masih didalam kendaraan, juga harus tetap melaksanakan ibadah shalat wajib dengan cara Shalat Dalam Keadaan Darurat. Hal ini berdasarkan hadits yang artinya adalah Dari Ali bin Abu Thalib Radiyallahu’anhu berkata, bahwa Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasalam bersabda tentang shalat orang sakit: “Jika kuasa seseorang shalatlah dengan berdiri, jika tidak kuasa shalatlah sambil duduk. Jika ia tidak mampu sujud maka isyarat saja dengan kepalanya, tetapi hendaklah sujud lebih rendah daripada rukunya. Jika ia tidak kuasa shalat sambil duduk, shalatlah ia dengan berbaring ke sebelah kanan menghadap kiblat. Jika tidak kuasa juga maka shalatlah dengan terlentang, kedua kakinya ke arah kiblat” (Hadits Riwayat Ad Daruquthuni). Sedangkan untuk shalat yang berada di dalam kendaraan didasari dengan hadits Shalat Dalam Keadaan Darurat yakni yang artinya : Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasalam pernah ditanya oleh seorang sahabatnya bagaimana cara shalat di atas perahu. Beliau bersabda : “Shalatlah di dalam perahu itu dengan itu dengan berdiri kecuali kalau kamu takut tenggelam” (Hadits Riwayat Ad Daruquthni). Untuk lebih jelasnya Anda bisa membaca bacaan artikel Khazzanah Tour Travel Umroh.

Berbagai Cara Shalat Dalam Keadaan Darurat


1.Shalat Dengan Duduk


Cara Shalat Dalam Keadaan Darurat yang pertama : tasyahud akhir dengan duduk. Membungkukkan badan ketika ruku’ dan membungkukkan badan lebih rendah dari ruku’ ketika sujud. I’tidal duduk biasa kembali. Sujud dan tasyahud akhir duduk tawaruk seperti biasa. Namun apabila sakitnya terkena hingga kaki bisa diluruskan kakinya.

2.Shalat Dengan Berbaring


Untuk Shalat Dalam Keadaan Darurat yang kedua ini bisa dengan berbaring dengan kepala menghadap kiblat. Untuk gerakan shalatnya bisa dengan isyarat atau kedipan mata.

3.Shalat Di Dalam Kendaraan


Shalat Dalam Keadaan Darurat yang ketiga ini apabila dalam kendaraan bisa sambil duduk dan berwudhu dengan cara memakai debu di bagian kendaraan (tayamum) lalu menggunakan gerakan biasa dipakai dalam shalat.

Back To Top -->